Wednesday, August 14, 2019

How's Life?

“How’s life?” Tanya seorang sahabat suatu hari. Sahabat yang secara berkala pasti melemparkan pertanyaan yang sama pada saya. Bunyinya sama; how’s life?

Ada banyak jenis jawaban yang saya berikan. Kalau saya sedang tidak di tengah kesibukan pekerjaan saya, saya akan menjabarkan secara rinci apa yang sedang terjadi pada hidup saya saat itu. Baik-buruknya. Tapi ada hari di mana jawaban yang muncul hanya berbunyi; fine.

Tapi hari itu saya menemukan sebuah jawaban baru. Bunyinya kali ini berbeda. Saya katakan padanya; hidup sedang baik. Dan akan selalu baik selama saya bisa melihat keluarga saya sehat.

Lalu dia pun menjawab; iya ya, semakin kita tua. Kita tidak lagi perlu alasan yang rumit untuk bahagia atau merasa baik-baik saja.

Dan ya, itu memang benar sekali.

Saya tidak perlu mejelaskan betapa 'sakit' bisa membuat hidup kita jadi tidak lagi menarik atau berjalan sangat buruk.

Dan sekarang saya menemukan definisi bahagia yang baru. Saya mungkin akan bahagia jika saya bisa bekerja di tempat yang lebih baik, dengan penghasilan yang lebih baik. Dan dengan penghasilan itu saya bisa menabung untuk pergi traveling ke tempat yang saya impikan sejak dulu. Atau membeli barang-barang bermerek yang tidak akan pernah habis seri dan jenisnya. Nongkrong di tempat kece sehingga placement eksistensi saya sebagai anak muda akan meningkat. Tapi saya tidak perlu semua itu. Saya hanya perlu sehat, dan melihat keluarga saya sehat. Maka saya sungguh bisa sangat merasa bahagia.

Karena saat kamu pernah kehilangan seseorang yang sangat kamu sayangi, kehilangan yang tidak lagi bisa membuatmu menemukannya, atau biasa kita sebut 'kematian'. Kamu akan menyadari, bahwa pada akhirnya kita tidak akan pernah bisa menyelamatkan siapa pun, bahkan diri kita sendiri dari peluk kematian itu. Tapi kita selalu bisa saling menyayangi, selama Tuhan beri kita kesehatan dan kebaik-baik saja-an. 

So, how’s life Vi?
Right now? I’m happy. Cause everybody healty :)

"Ketika usiamu semakin bertambah, dan mereka yang kamu sayangi pun semakin tua. Kamu akan menyadari bahwa bahagia itu adalah kesehatan."

Friday, August 2, 2019

Sebuah Kata "Pisah"

Berawal dari pertemuan hingga berakhir dengan perpisahan dan akan selalu seperti itu. Ya, saya bertemu dengan orang orang baru hingga sampai sekarang berteman baik dengan nya. Saya mencoba memahami keadaan, menjalani hari hari dengan penuh harapan hingga pada sebuah dimana saya harus melepaskan dan mengikhlaskan semua nya.

Saya tidak pernah merasa cemas dengan sebuah keputusan yang saya buat, mengapa? Karena saya berdiri di atas keputusan saya sendiri dan saya tau, semua nya sudah di atur Allah Subhanahuwata'alla.

Saya terus mengatakan pada diri saya sendiri bahwa saya "Pasti Bisa", "Jangan Takut" dan "Jadilah Diri Sendiri". Dalam hal dan situasi bagaimana pun.

Saya mencoba berfikir lebih panjang dalam membuat keputusan, karena keputusan yang saya ambil adalah hal yang tidak akan pernah saya sesali sampai kapanpun. Saya kerapkali memaksa diri saya sendiri untuk mempertimbangkan dan mengambil keputusan yang suatu saat tidak akan merugikan diri saya sendiri.

Well, untuk pertemuan kita "sahabat", terimakasih sudah menjadi sahabat yang terbaik, terimakasih sudah mau mendengarkan cerita cerita saya yang pasti membuatmu bosan karena dengan topik yang selalu sama. Begitu juga dengan cara bicara saya yang begitu lolos dengan ucapan yang saya sampaikan, saya tidak pernah merasa segan jika sudah berbagi cerita yang menurut saya itu sangat menarik, ya saya tidak akan membuat pencitraan untuk di senangi, karena saya lebih suka menjadi diri saya sendiri.

Terimakasih semuanya :) untuk waktu dan kebersamaannya.