Saturday, September 21, 2019

Ketika berbicara soal pasangan

Banyak orang yang kalau ditanya ingin pasangan seperti apa, maka jawabannya bisa tidak cukup berjama jam kalau di jelaskan. Kalau saya ditanya pertanyaan yang sama, jawaban saya cukup 2 kata; setia dan taqwa.

Oke next, pertanyaan pertanyaan yg ga asing lagi ditelinga ya gais.

Eh vi Nggak pengen punya cowok kaya? 

Ya mau, tapi saya lebih ke Rejeki yang cukup saja, cukup buat liburan dan buat sekolahin anak misalnya udah punya anak ya haha, tapi kalau dikasih yang lebih ya Alhamdulillah.

Eh vi Ngga pengen punya cowok ganteng? 

Ya mau, tapi nggak perlu seganteng Arifin Putra juga hehe. Gini ya yg cukup buat saya tatap setiap saya bangun tidur aja. Lagipula juga jaman sekarang, kebanyakan yang ganteng sukanya juga sama yang ganteng hmm

Eh vi Ngga pengen punya cowok pinter? 

Kalau dia taqwa, dia pasti pandai. Karena dia tahu, salah satu amalan yang tidak akan terputus walau seseorang sudah meninggal adalah ‘ilmu yang bermanfaat’. Begitu gaisssss 

Eh vi Tapi kebanyakan cowok taqwa kan nggak cool! 

Hmm Pikiran macem begini yang bikin banyak orang nggak mau lagi jadi taqwa. Karena bahkan sesama muslim di sekitarnya, menganggap yang taqwa itu ya ‘kolot dan aneh’.

Saya ingat salah satu alasan Sacha Stevenson (youtub-er bule yang sekarang jadi entertain di Indonesia) buka jilbabnya. Dulu waktu dia masih di Canada, orang di sekitarnya selalu mandang dia teroris dan aneh karena dia memakai jilbab. Sampai akhirnya dia pindah ke Indonesia, ke negara yang mayoritas muslim, tapi ternyata dia masih selalu mendapat perlakuan diskriminasi. Sacha susah dapet pekerjaan di Indonesia, susah diterima di lingkungan barunya, dan banyak mendapatkan kesulitan lain. Padahal, dia sedang tinggal di negara yang mayoritas muslim. Sedih nggak sih?

Mungkin itu kenapa di kepala anak jaman sekarang; anak muda yang taqwa itu kampungan dan nggak cool. Taqwa itu seharusnya ya pandai mengikuti perkembangan jaman. Karena pengetahuannya luas, karena hatinya luas, karena pikirannya nggak sempit. Gitu kak.

Ya kalau yang memandang begitu anak SMP / SMA / saya masih bisa paham sih. Soalnya ya masih ‘cetek’ hidupnya. Masih berperinsip, muda itu waktunya jadi bandel dan nakal. Muda itu waktunya bikin salah sebanyak-banyaknya. Sampai lupa, kalau nggak ada yang pernah ngasih jaminan, kalau semua orang bisa selamat melewati masa nakalnya.

Let me tell you, saya punya temen yang dulu pernah nyobain segala macam salah, pernah nyobain segala macam bentuk kenakalan, sampai dia nyaris kehilangan nyawanya sendiri. Dan apa yang dia dapet? Nggak ada. Dan apa yang hilang dari hidupnya? BANYAK. Dan waktu, nggak akan pernah bisa kembali. Mau beli di mana pun, juga nggak ada yang jual.

REALLY?

Ya, Muda, adalah waktunya manusia tumbuh. Melihat banyak kesalahan di sekitarnya, dan tidak membuat kesalahan yang sama. Muda, adalah waktunya manusia berpikir. Melihat banyak kenakalan di sekitarnya, dan berupaya agar tidak perlu mengalaminya untuk bisa menjadi ‘berpengalaman’. Belajarlah dari pengalaman, nggak selalu harus diri sendiri yang mengalami kebodohan yang sama kan?

Sayang, untuk bisa mendapatkan banyak pengalaman, kamu ngga perlu kehilangan banyak hal baik yang ada di dalam dirimu. Siapa yang mengharuskan hal seperti itu? Siapa yang bikin hukumnya? Nggak ada.

Anggap lah saya cupu atau cemen. Di usia segini saya ga pernah sama sekali mencoba merokok, ngga pernah sama sekali minum minuman beralkohol, cupu kan? Cemen kan haha. Dan memang nggak pernah sama sekali merasa hal-hal macam itu keren di mata saya. Tapi bukan berarti saya nggak berpengalaman.

Sejak saya umur 11 tahun, saya sudah melihat putau dan shabu-shabu. Saat SD saya sering melihat keluarga saya minum minuman berakohol. Saya bahkan pernah melihat orang yg sangat saya kenal saling tonjok cuma karena mereka lagi mabok. Melihat orang yang gila karena kecanduan narkoba, yang tanpa sadar menyayat-nyayat tubuhnya sendiri, lalu diisap darahnya karena memang darahnya sudah mengandung narkoba. Saya bahkan pernah melihat temen saya sendiri mencoba bunuh diri. Berapa banyak orang yang pernah menangis pada saya karena hamil di luar nikah? Berapa banyak perempuan yang akhirnya jadi ‘murah’ karena sudah pernah having sex dengan pasangannya—yang ternyata berengsek? Tidak terhitung. Saya pernah dihadapkan pada kehidupan buruk—yang tidak ingin pernah saya ulangi kembali. Saya tidak memiliki orangtua yang sempurna, and I’m deal with it. Because nobody’s perfect. Siapa pun bisa mengecewakanmu. Tidak terkecuali orang yang melahirkanmu ke dunia. Dan itu bukan salahmu. Tidak perlu lantas merasa tidak berharga, karena seseorang menganggapmu tidak seberapa berharga. Kalau masih takut mati, maka hiduplah baik-baik.  

Ah ya, banyak sekali hal buruk yang memberi keburukan dalam hidup saya. Padahal saya, tidak melakukan apa pun yang buruk pada hidup saya sendiri. Kamu tahu, itulah jahatnya hal-hal buruk. Tanpa kamu sadari, hal-hal buruk tersebut ikut melukai banyak orang tidak bersalah yang ada di sekitarmu. Tidak lagi hanya berhubungan dengan hidupmu sendiri. Banyak keputusanmu yang salah, pada akhirnya menghancurkan banyak hati—selain hatimu sendiri.

Dan kenapa saya ingin memiliki pasangan yang setia?

I HOPE SO..

Ya, Karena pada akhirnya, kamu perlu hidup bersama dia yang akan rela mencebokimu saat kamu sakit. Menuntunmu saat kamu tidak bisa berjalan. Mendoakanmu saat hidupmu tengah sempit. Dan tetap mencintaimu setelah banyak kekecewaan yang terjadi dalam kehidupan kalian.

Saya beri tahu, waktu saya berusia 9 tahun saya jatuh sakit selama kurang lebih 2 bulan,hanya bisa berbaring di tempat tidur, ya saya pernah marah dan kesal saat berada di posisi waktu itu atau saat harus membuang kotoran di tempat yg sama. (well,ini adalah salah satu pengalaman hidup yang kalau kamu nggak rasain sendiri, kamu nggak akan tahu gimana beratnya. Lucky me pernah dikasih kesempatan sama Tuhan buat merasakannya. Semoga kamu nggak perlu melewatinya  ya. Saya pernah merasa sedih, marah, dan benci saat mengalaminya. Tapi waktu akhirnya membuat saya menyadari bahwa pernah melewatinya adalah waktu yang sangat berharga. Dan berhasil melewatinya adalah sebuah hadiah yang luar biasa.)

Pengalaman itu yang membuat saya tidak lagi menjadi manusia yang sama seperti saya yang sebelumnya. Pengalaman yang akhirnya membuat saya tersadar, bahwa cinta, tidaklah cukup menjadikan seseorang mampu setia. Tapi taqwa mampu melakukannya.

Menikah, bukanlah hanya perkara kamu dan dia. Tapi juga perkara hidup anak-anakmu. Menikahlah dengan dia yang mau sama-sama tumbuh menjadi orangtua yang semestinya. Dan menjadi pasangan yang setia menggenggammu apa pun yang terjadi.

Siapa pun bisa menjadi pembohong dalam kehidupanmu. Bahkan orang yang paling kamu cintai sekali pun. Saya pernah dibohongi yang begitu besar, kebohongan yang bisa jadi alasan saya untuk merusak diri saya sendiri. Tapi saya tidak perlu melakukan kebohongan yang sama untuk menunjukkan bahwa saya tengah terluka. Saya tidak perlu terjun ke jurang yang sama, hanya untuk menunjukkan bahwa saya juga mampu bertahan dalam kehancuran.

Dewasa adalah saat kamu mampu tetap hidup dengan baik, seperapa pun banyak kotoran yang dilemparkan manusia lain ke wajahmu.

Kedewasaan, bukanlah soal seberapa lama sudah kamu hidup di dunia ini. Kedewasaan terjadi saat kamu tidak merasa lebih dewasa dari orang di sekitarmu. Sehingga kamu mampu melihat lebih banyak, mempelajari lebih banyak, dan menjadi lebih besar tanpa mengecilkan orang lain.

Well,kalau balik lagi ke pasangan. Seberapa pun ganteng, kaya, pinter, tajir pasanganmu. Kalau dia ngga ‘taqwa’—segalanya bisa hilang. SEGALANYA. Bahkan, dia bisa membuatmu kehilangan dirimu sendiri.

Kalau saya sih selalu ingin punya anak yang bisa belajar sholat dan mengaji dari orangtuanya sendiri. Bisa belajar kebijaksanaan dari ayahnya, bisa belajar kasih dan sayang dari ibunya. Dan bisa belajar kejujuran dari kedua orangtuanya. One of my coolest dreams I guess.

Berlaku di agama apa pun sih sepertinya, teman saya yang beragama lain tapi patuh sama Tuhan-Nya juga kece-kece semua kok 

Allah-nya saya, paling benci sama manusia yang merasa lebih beriman dari manusia lain. Rosul saya Muhammad selalu berpesan, kalau mau hidup tenang, maka urusan dunia lihatnya ke bawah, sedang urusan ibadah lihatnya ke atas.

Kita bisa pergi kemana-mana naik motor bersyukur, oranglain masih banyak yang harus jalan kaki karena ngga punya kendaran. Kita bisa pergi kemana-mana jalan kaki bersyukur, oranglain ada yang lagi sakit dan ngga bisa jalan.

Teman bisa sholat 5 waktu padahal sibuk minta ampun, kita juga harusnya bisa sholat 5 waktu tepat waktu karena punya waktu lebih untuk melakukannya. Teman bisa puasa senin kamis padahal pekerjaannya melelahkan, berarti kita juga pasti bisa melakukannya, karena kita kerja di ruangan ber AC

Yuk, sama-sama belajar hidup yang tenang gais. Semoga one day, kita pun dipertemukan dengan pasangan yang selalu mampu ‘menenangkan’ kita 

Kamu boleh sependapat atau tidak sependapat dengan saya. Karena kita punya hidup kita masing-masing.

Peace out!

If i'm not the girl, just say it

Entah sejak kapan istilah PHP muncul ke muka bumi ini. Mungkin sejak zaman social media jadi ajang eksistensi banyak orang, sehingga semakin banyak media untuk anak muda ‘ngarep’ dan ‘ngarep’. Nggak bisa dipungkiri dong kalau PHP biasanya dateng dari cowok, ya well—walau pun nggak sedikit juga cewek yang suka sengaja ngasih harapan kosong—but hey, ini blog cewek, jadi kita bakalan bahas dari sudut pandang kita dong ya :p

Nggak ada deh cewek yang suka di-PHP-in, apalagi ditinggalin gitu aja abis dikasih sejuta harapan. Let me tell you something, yang ini sebenernya udah jadi rahasia umum di kalangan cowok-cowok. ‘Dapetin hatinya cewek itu gampang, kasih aja dia perhatian nggak putus-putus, terus ngilang deh. Pasti mereka bakalan kelabakan ngerasa kehilangan’. That’s so sh*t  I know, but well, face it girls, kita emang kadang se-mudah-itu-buat-ditaklukin.

Jadi, jangan mau lagi dibegitu-in. Kita nggak layak dapet perlakuan PHP—dan lebih nggak pantes lagi jatuh hati sama cowok yang bahkan nggak berani buat bilang ‘I’m not into you’—dan ngilang begitu aja. Kenapa? Ya karena kita memang berhak dapet kepastian!

No drama please

Ya Allah, hidup jadi anak muda di masa sekarang tekanan udah banyak banget loh. Sekolah and kuliah berjam-jam, belom masih ditambah les ini itu, belom lagi tuntutan pergaulan yang kadang bikin kita harus ada di tempat yang nggak kita suka, belom lagi bikin alis yang makan waktu dan kesabaran luar biasa, masa iya sih masih harus merana gara-gara gebetan tau-tau punya ‘hobi baru’ bales pesan kita dengan dua kata ‘ya’ dan ‘ngga’. Kalo emang nggak mau lagi ngobrol, bilang kek. Nggak usah pake segala nyuekin dan bikin kita jadi mikir kalo kita abis bikin salah.

Cewek itu strong tau

Kadang cowok suka ngerasa cewek itu drama banget kalo harapannya kandas, padahal tanpa mereka sadari ya drama ini dateng dari sikap cowok yang nggak jelas. Malem masih bilang kangen, tau-tau besoknya udah lupa nyapa selamat pagi. Cowok suka segala pake ngerasa ‘ngejaga perasaan’ dan akhirnya nggak tega buat bilang kalo ‘kayanya kita sampe di sini aja’. Kami itu emang cewek, tapi kami bisa kok nelen yang pait-pait. Karena apa? Karena kami juga berhak buat tahu perasaan cowok yang sebenarnya. Kalau emang udah bosen, kalo emang ternyata ketemu yang lebih baik. Well, just say it guys. We will cry, but we will get over it (much sooner).

The worst part

Perasaan terburuk dari di-PHP-in adalah ketika cewek akhirnya bertanya-tanya hal apa yang kurang dari dirinya sampe bikin gebetannya gone. Terus setelah akhirnya secara surprise ngeliat cowok yang selama ini deket jadian sama perempuan lain, mulai deh cewek doyan ngebanding-bandingin diri sendiri sama cewek pilihannya itu. Belom lagi akan dimulai stalking tiada akhir. Sampe akhirnya kena block mantan gebetan (hadeh ada aja), makin jadi deh sedihnya. Girls, we don’t deserve itPlease don’t do this. You are beautiful and precious.

If he really wanted to be with you, you wouldn’t have to try so hard

And it’s true Squad. Kalo dari awal selalu harus kamu yang usaha. Selalu harus kamu yang nyapa duluan. Selalu harus kamu yang ngajak jalan. Well, maybe you just fall for the wrong guy. Jadi mungkin aja PHP ini dateng dari situasi yang kamu create sendiri dari awal. Love is take and give. Padahal nyatanya dia emang nggak pernah bilang apa-apa ke kamu yang itu menjurus ke perhatian yang lebih dari temen, tapi kamu aja yang ngerasa dia punya perasaan lebih. Siapa tahu kan dia emang cowok tipe tebar pesona, atau cowok yang emang baik ke semua orang.

Jadi fix kan, kalo sebagai manusia kita nggak layak di-PHP-in dan nggak juga boleh ngebiarin diri kita terbuai sama harapan yang nggak nyata. Dan buat cowok, bersikaplah selayaknya pria sejati. If I’m not the girl you are looking for, just say it!

Bersedia hadir

Kalau ada yang paling saya inginkan dari seseorang yang saya sayang adalah waktu dan juga kesabaran. Saya tidak begitu peduli soal sebanyak apa dia bisa memberikan materi juga janji—bila dia tidak bisa menyediakan waktu dan tidak mampu menghadapi kelemahan saya. Ada banyak waktu ketika saya harus menghadapi pasangan yang lebih banyak mengambil keuntungan dari keberadaan saya, daripada berusaha untuk memberi kehadiran di saat saya membutuhkan dirinya. Well dulu saya memang sepolos dan se-naif itu. Saya tidak berpikir banyak soal apa saya sedang dimanfaatkan atau saya sedang senang menjadi bermanfaat untuk dia yang saya sayang. Tapi menjalani yang demikian ternyata sangat melelahkan. 

Saya ingat ada momen di mana orang yang saya sayang sudah bisa melangkah lebih jauh di depan dan dengan begitu saja meninggalkan saya tanpa aba-aba. Dia berhasil menemukan kebahagiaannya yang lain lebih dulu, dan dengan senang hati memamerkan kebahagiaan itu. Bodohnya, saya bahkan tidak sanggup kecewa padanya—saya justru lebih suka mencari-cari apa yang salah yang ada di dalam diri saya sampai dia tega melakukan hal seperti itu. Saya mulai menyalahkan banyak bagian dari diri saya, kemudian merasa tidak pantas untuk dicintai dengan baik. 

Padahal apa yang menjadikan saya dan dia pada akhirnya tidak bisa bersama adalah karena salah satu di antara kami memang sudah tidak bersedia ‘hadir’ untuk yang lain. Sehingga tidak ada yang perlu ditanyakan—bila akhirnya justru menyakitkan. Saya hanya perlu lebih berani untuk menyayangi diri sendiri—sehingga tidak lagi ada seseorang yang saya biarkan hadir hanya untuk menjadi hal yang kelak saya sesali.

Ini menjadi pengingat yang baik, bahwa tidak ada cinta yang hadir bila tanpa kesediaan untuk selalu saling hadir. Bahwa waktu adalah hal terbaik yang bisa diberikan oleh seseorang yang mengatakan bahwa kamu adalah segalanya baginya. Tanpa keduanya, maka bisa jadi kamu sedang menjalani omong kosong terpahit dari jatuh cinta sepihak.

Wednesday, August 14, 2019

How's Life?

“How’s life?” Tanya seorang sahabat suatu hari. Sahabat yang secara berkala pasti melemparkan pertanyaan yang sama pada saya. Bunyinya sama; how’s life?

Ada banyak jenis jawaban yang saya berikan. Kalau saya sedang tidak di tengah kesibukan pekerjaan saya, saya akan menjabarkan secara rinci apa yang sedang terjadi pada hidup saya saat itu. Baik-buruknya. Tapi ada hari di mana jawaban yang muncul hanya berbunyi; fine.

Tapi hari itu saya menemukan sebuah jawaban baru. Bunyinya kali ini berbeda. Saya katakan padanya; hidup sedang baik. Dan akan selalu baik selama saya bisa melihat keluarga saya sehat.

Lalu dia pun menjawab; iya ya, semakin kita tua. Kita tidak lagi perlu alasan yang rumit untuk bahagia atau merasa baik-baik saja.

Dan ya, itu memang benar sekali.

Saya tidak perlu mejelaskan betapa 'sakit' bisa membuat hidup kita jadi tidak lagi menarik atau berjalan sangat buruk.

Dan sekarang saya menemukan definisi bahagia yang baru. Saya mungkin akan bahagia jika saya bisa bekerja di tempat yang lebih baik, dengan penghasilan yang lebih baik. Dan dengan penghasilan itu saya bisa menabung untuk pergi traveling ke tempat yang saya impikan sejak dulu. Atau membeli barang-barang bermerek yang tidak akan pernah habis seri dan jenisnya. Nongkrong di tempat kece sehingga placement eksistensi saya sebagai anak muda akan meningkat. Tapi saya tidak perlu semua itu. Saya hanya perlu sehat, dan melihat keluarga saya sehat. Maka saya sungguh bisa sangat merasa bahagia.

Karena saat kamu pernah kehilangan seseorang yang sangat kamu sayangi, kehilangan yang tidak lagi bisa membuatmu menemukannya, atau biasa kita sebut 'kematian'. Kamu akan menyadari, bahwa pada akhirnya kita tidak akan pernah bisa menyelamatkan siapa pun, bahkan diri kita sendiri dari peluk kematian itu. Tapi kita selalu bisa saling menyayangi, selama Tuhan beri kita kesehatan dan kebaik-baik saja-an. 

So, how’s life Vi?
Right now? I’m happy. Cause everybody healty :)

"Ketika usiamu semakin bertambah, dan mereka yang kamu sayangi pun semakin tua. Kamu akan menyadari bahwa bahagia itu adalah kesehatan."

Friday, August 2, 2019

Sebuah Kata "Pisah"

Berawal dari pertemuan hingga berakhir dengan perpisahan dan akan selalu seperti itu. Ya, saya bertemu dengan orang orang baru hingga sampai sekarang berteman baik dengan nya. Saya mencoba memahami keadaan, menjalani hari hari dengan penuh harapan hingga pada sebuah dimana saya harus melepaskan dan mengikhlaskan semua nya.

Saya tidak pernah merasa cemas dengan sebuah keputusan yang saya buat, mengapa? Karena saya berdiri di atas keputusan saya sendiri dan saya tau, semua nya sudah di atur Allah Subhanahuwata'alla.

Saya terus mengatakan pada diri saya sendiri bahwa saya "Pasti Bisa", "Jangan Takut" dan "Jadilah Diri Sendiri". Dalam hal dan situasi bagaimana pun.

Saya mencoba berfikir lebih panjang dalam membuat keputusan, karena keputusan yang saya ambil adalah hal yang tidak akan pernah saya sesali sampai kapanpun. Saya kerapkali memaksa diri saya sendiri untuk mempertimbangkan dan mengambil keputusan yang suatu saat tidak akan merugikan diri saya sendiri.

Well, untuk pertemuan kita "sahabat", terimakasih sudah menjadi sahabat yang terbaik, terimakasih sudah mau mendengarkan cerita cerita saya yang pasti membuatmu bosan karena dengan topik yang selalu sama. Begitu juga dengan cara bicara saya yang begitu lolos dengan ucapan yang saya sampaikan, saya tidak pernah merasa segan jika sudah berbagi cerita yang menurut saya itu sangat menarik, ya saya tidak akan membuat pencitraan untuk di senangi, karena saya lebih suka menjadi diri saya sendiri.

Terimakasih semuanya :) untuk waktu dan kebersamaannya.