Saturday, April 15, 2023

Mendidik Diri

Berkali-kali tersadar bahwa saat menjadi orang tua, bagian tersulitnya bukanlah di point mendidik anak. 

Tapi mendidik diri sendiri:) 

Mendidik diri untuk lebih sabar

Mendidik diri untuk menikmati proses dan mensyukuri setiap progres

Mendidik diri untuk meregulasi rasa marah 

Mendidik diri untuk menerima kekecewaan dan kegagalan 

Mendidik diri untuk menjadi teladan yang baik untuk anak 

Mendidik diri untuk tidak sombong. Bahwasanya sekecil apapun kebaikan yang terjadi pada anak, bukanlah semata hasil dari "didikan" kita. Tapi karena pertolongan izin dari Allah Azza Wa Jalla๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜‡

Thursday, March 9, 2023

Pesan Untuk Anakku

Dear Anakku...

Jika suatu hari nanti Allah berikan kamu kesempatan beribadah kepadaNya dengan peran menjadi orang tua, ingat-ingat pesan Ibu ya, Nak.

Jangan pernah merasa kamu mampu, teruslah meminta pertolongan kepada Allah dalam hal kecil apapun yang kamu lakukan.

Yakinlah jalanmu akan terasa ringan dan tenang dengan itu.

Peganglah terus Syariat dan janganlah menyelisihinya dalam perkara sesepele apapun.

Anakku, mungkin dalam perjalanannya nanti, akan ada orang yang tidak menyetujui caramu mendidik anakmu.

Mereka mungkin akan mengungkapkannya dengan sindiran bahkan secara terang-terangan.

Ketahuilah itu bukan suatu hal yang bisa kamu kendalikan, dan kamu pun tidak bisa memaksakan semua orang selalu setuju dengan caramu.

Belajarlah, nak. Ketika kamu belajar, kamu pun tidak punya waktu untuk menanggapi mereka, karena kamu punya bekal.

Dan kamu bisa memilih mana yang pendapatnya bisa dijadikan masukan, mana yang cukup di respon dengan senyuman.

Mungkin akan ada fase di mana kamu merasa kehilangan dirimu, atau merindu dirimu di masa lalu, dan itu tidaklah mengapa.

Menjadi orang tua adalah tentang perubahan ke sosok yang baru.

Di sini kamu akan tertantang, bahkan 'berperang' dengan diri sendiri. Kamu akan menyadari bahwa banyak sekali celah yang butuh diperbaiki.

Kamu akan berkali-kali menatap cermin sambil mempertanyakan kepantasan dirimu menjalani peran sebagai orang tua.

Kata orang, sebelum menjadi orang tua, ada baiknya 'selesai' dulu dengan luka di masa lalu. Tapi masalahnya, nak. Luka itu baru kamu sadari keberadaannya saat kamu menjadi orang tua. He he he.

Kamu sangat boleh mengejar mimpimu. Asal tetap dalam batasan. Asal tetap dalam koridor Syariat. Asal tidak melalaikan tugas-tugas utamamu di dunia saat ini.

Jangan campurkan anakmu dalam pengejaran ini. Karena perkara mimpi adalah tentang dirimu sendiri.

Jika memang rencana Allah mimpimu terwujud, maka kamu akan selalu dimampukan dalam perjalanannya.

Tapi jika mimpimu tak terwujud, jangan jadikan anakmu kambing hitam dan bilang kalo dia alasan kamu menunda mimpi. No.. No.. karena itupun merupakan rencana Allah, Allah yang sudah mengatur mimpimu tertunda atau tak tergapai.

Dan percayalah bahwa rencana Allah adalah yang terbaik.

Kemudian, kamu pasti akan berkali-kali merasakan ini. 

Bahwa menjadi orang tua adalah tentang bagaimana mendidik diri sendiri.

Kamu akan merasa berkali-kali membuat kesalahan, namu yang menjadi intinya adalah bagaimana kamu belajar dan memperbaiki kesalahan tersebut.

Buat anak kok coba-coba? Well, kenyataannya memang begitu, hidupmu akan penuh dengan percobaan, analisa, observasi, dan refleksi diri.

Teruslah berkontak dengan ilmu ya, anakku.

Dan ketahuilah..

Anakmu akan selalu punya hati yang luas untuk memaafkan ibu dan ayahnya. Jangan ragu untuk meminta maaf secara tulus kepada mereka.

Mungkin, kamu secara tidak sengaja menorehkan luka pengasuhan di hatinya.

Seperti ibu dan bapak yang juga tidak sengaja memberikannya kepadamu. Seperti juga luka pengasuhan yang tidak sengaja diberikan kakek nenek kepada kami dulu.

Itu merupakan pertanda bahwa orang tua adalah manusia biasa. Yang sangat bisa berbuat kesalahan, pun diberi akal untuk berusaha perbaiki salahnya.

Dan percayalah bahwa setiap luka akan ada obatnya. Baik itu diusahakan sendiri, atau harus dibantu para ahli.

Jadi, sisakan juga hatimu untuk memaafkan dirimu sendiri.

Salam sayang dari Ibu, teman bertumbuh dan belajar tentang kehidupan bersamamu.

Perempuan yang sampai saat ini masih akan terus berusaha belajar dan perbaiki diri untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya di dunia.

Perempuan yang sesekali melihat ke masa lalu dengan mata berkaca-kaca, dan masih berusaha mengobati luka-lukanya yang terkadang masih terasa perihnya.

Perempuan yang lemah tiada daya, yang hanya bisa berusaha dan bergantung pada Allah semata.

Perempuan yang memang tidak sempurna. Tapi juga merupakan yang cukup baik yang Allah pilih untuk menjadi Ibumu.

Salam sayang dari ibumu Nak❤️